Take a Leak

November 10, 2008

Lowongan CPNS terbaru

October 22, 2008

Bike to Work Chapter Malang

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 3:33 am
Tags: , ,
Let's Act Beyond Green

B2W Chapter Malang – Bike to Work Chapter Malang
———————————————————————————————
SEGO SEGAWE Malang – Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe

Bike to Work merupakan wadah komunitas terbuka nasional yang didukung oleh pemerintah untuk menampung aspirasi para pengguna sepeda sebagai alat transportasi dan beranggotakan kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Jogjakarta, Bali, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tulungagung, Kediri, Mojokerto dan terus berkembang. B2W bertujuan mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi untuk kegiatan sehari-hari entah untuk bekerja atau kuliah.

Bike to Work Chapter Malang berdiri tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB dan menampung aspirasi para penggemar sepeda dan juga klub-klub sepeda di wilayah Malang dan sekitarnya.

Syarat pendaftaran anggota B2W Malang:
– Anggota minimal berusia 17 tahun.
– Mempunyai sepeda dan jenis sepeda bebas, mulai sepeda Kebo, MTB, BMX, Lipat, Tandem, Mini, City bike dan lainnya.
– Menyerahkan fotokopi KTP/KTM dan mengisi formulir, gak pake lama, gak pake duit pendaftaran, gak pake duit iuran bulanan, bermodalkan dengkul saja.

Alamat Sekretariat : Kedai Buku Sinau Jl. Bogor 1C.
Tempat kopi darat : Depan lapangan rektorat Unibraw tiap minggu pagi jam 7.

Contact person :
Om Arif – 085649585708 – masarief.irawan@yahoo.com
Om Iwan – 08563573300 – irawan.sandra@yahoo.co.id

Website    www.b2w-indonesia.or.id
Milis         b2w-malang@yahoogroups.com

Salam gowes!

November 19, 2008

Belajar Dari Jepang

Filed under: Public — takealeak @ 1:01 am

Belajar dari Jepang

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari negara yang mungil,kecil dibandingkan negara kita yang kaya raya,segala sesuatu ada,kekayaan alam yang luar biasa namun apa yang terjadi dengan bangsa indonesia?  marilah kita lihat sejenak rahasia sukses negeri yang tidak lebih besar dari pulau sumatera ini,yang tidak memiliki kekayaan alam yang berarti,bahkan juga telah diluluh lantakkan bom atom (hirosima dan nagasaki) hingga sekarang masih tersisa zat radio aktifnya.

1. Menghargai waktu


Masyarakat jepang terkenal dengan kedisiplinannya terhadap waktu. Sungguh luar biasa bila anda melihat sendiri bagaimana masyarakat Jepang sangat pentingnya arti waktu bagi mereka. Lihatlah bila mereka berjalan, seperti mengejar sesuatu, hampir semua masyarakat Jepang memakai jam tangan kemanapun mereka pergi. Apabila anda terlambat semenit saja kereta, maka anda harus menunggu kereta selanjutnya. Mungkin ini sangat bertolak belakang dengan budaya masyarakat Indonesia yang terkenal dengan jam karet. Ironis memang.

2. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi), membuat mahasiswa tidak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

3. Malu


Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

4. Bersih, teratur dan rapi


Alangkah nikmatnya bila kita berjalan jalan (hampir diseluruh wilayah jepang). Begitu nyaman, bersih dan tertata dengan rapi. Masyarakat jepang sudah terbiasa dengan membuang sampah ditempatnya, bahkan sudah biasa dipisahkan, antara sampah yang dapat di bakar, sampah dapur, atau sampah lainnya sudah tertata dengan rapih, bahkan berbeda sampah berbeda pula hari dan jadwal membuangnya.

5. Hidup Hemat


Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

6. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

7. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita  Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

8. Budaya baca


Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi.Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

November 12, 2008

Opera Mini 4.1

Filed under: Public — takealeak @ 1:26 am

Dinyatakan bahwa pada versi baru ini akses ke halaman website menjadi lebih cepat, bahkan bisa sampai dengan 50%. Selain itu fitur baru yang menarik adalah kemampuan untuk mendownload dan mengupload file tanpa diteruskan ke browser.

download opera mini 4.1 | (zip file)

October 22, 2008

RI-1 Goes Bike2Work

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 4:34 am
Tags: ,

Dalam rangka pencanangan Gerakan Penghematan Energi Nasional, merupakan kehormatan bagi Komunitas B2W Indonesia karena gerakannyalah yang pertama kali terlintas di pikiran seorang Presiden RI untuk menjadi gerakan yang sangat relevan dan patut disosialisasikan.

Untuk itu, Presiden RI, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran menteri Kabinet Bersatu secara khusus mengundang Komunitas B2W Indonesia untuk bersama-sama melakukan “Kampanye Bersepeda Untuk Beraktivitas”  pada hari Jumat, 20 Juni 2008.

Seperti dikutip dari website resmi Presiden SBY , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama beberapa menteri hari Jumat (20/6) pukul 06.30 pagi, berangkat menuju Monumen Nasional dengan menggunakan sepeda tandem. Dalam rombongan SBY tampak antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menpora Adhyaksa Dault, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Menneg LH Rachmat Witoelar, Mendag Mari Elka Pangestu, Seskab Sudi Silalahi dan Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng.

Jalanan masih terlihat lengang ketika Presiden beserta seluruh rombongan berangkat menuju Monas melalui kawasan Medan Merdeka Barat. Sesampainya di Silang Monas Barat Daya, SBY beserta rombongan kemudian bergabung dengan tim Bike2Work yang dipimpin oleh Ketua Umum Bike2Work Toto Sugito. Mereka kemudian langsung bersepeda bersama melalui rute Pintu Silang Monas Barat Daya – Area Monas – Pintu Silang Monas Tenggara – Jalan Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Utara, kemudian melalui Pintu Air Mancur Sekretariat Negara untuk masuk menuju kawasan halaman tengah Istana Kepresidenan.

“Yes, we are more healthy with Bike2Work,” ujar Presiden SBY sesampainya di kawasan Sekretariat Negara. Ketua Umum Bike2Work menyerahkan bingkisan foto Bike to Work berukuran 70 cm x 40 cm kepada Presiden SBY. Foto tersebut sangat unik, karena merupakan gambar stasiun pompa bensin yang tidak berisikan bensin, namun berisikan air. Air tersebut dimaksudkan agar dapat menjadi bahan bakar bagi para “bikers”.

Ketua Umum Bike2Work mengungkapkan bahwa seluruh anggotanya terdiri dari office boy hingga pemilik perusahaan, sangat bersyukur karena bisa bersepeda bersama dengan Presiden dan diterima di Istana. “Kami juga berharap Presiden SBY dan para menteri akan mendukung kegiatan kita ini sehingga cita-cita kami akan tercapai,” ujar Toto. Sebelumnya, dijelaskan oleh Toto bahwa seluruh anggota Bike2Work sangat concern pada lingkungan karena tingkat polusi yang semakin tinggi dan banyak sekali kemacetan di Jakarta. Oleh karena itu, muncul inisiatif dari para anggota untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Usai bersepeda bersama, Presiden SBY dan Ibu Negara menjamu seluruh anggota Bike2Work dengan sarapan pagi khas Istana yang menghadirkan berbagai panganan kaki lima seperti bubur ayam, tahu goreng, tempe goreng, aneka rebus-rebusan dan aneka buah-buahan(mit)

Semoga langkah ini dapat diikuti oleh rekan-rekan Komunitas B2W di wilayah-wilayah luar Jakarta bersama dengan pemerintah daerah masing-masing. Komunitas ini beraksi langsung tanpa banyak berucap. Bukan hanya berucap tanpa melakukan tindakan nyata. Planet tua kecil bernama bumi ini sedang sekarat dan tidak butuh wacana. Dengan “menyelamatkan” diri sendiri melalui usaha meningkatkan kesehatan sambil melakukan penghematan, anggota komunitas ini secara langsung berkontribusi nyata untuk menyelamatkan bumi.

Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia pada kesempatan ini juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat umum apabila pada hari Jumat pagi tersebut beberapa ruas jalan ibukota menjadi tersendat akibat lebih dari 1000 orang pekerja bersepeda melakukan konvoy bersepeda. Semoga apa yang dilakukan komunitas ini tidak menimbulkan pandangan negatif dari segenap warga ibukota yang terkena dampak kemacetan karena secara murni tujuan komunitas ini  adalah gerakan moral demi tercapainya diri yang sehat serta terciptanya udara bersih dan lingkungan yang lestari.

Kepada seluruh rekan2 pekerja bersepeda yang pagi tersebut menyertai RI-1 bersepeda bersama, tiada kalimat yang dapat menggambarkan rasa syukur, haru dan terima kasih pengurus komunitas atas kesertaannya. Semoga apa yang secara ikhlas kita lakukan bersama pagi itu menjadi tonggak sejarah bagi terwujudnya apa yang kita semua cita-citakan, yaitu terciptanya  fasilitas bagi pengguna sepeda, seperti juga didukung oleh orang no. 1 negeri ini. Pengurus Komunitas B2W Indonesia juga memohon maaf atas segala kekurangan yang ada pada pelaksanaan perhelatan ini. Dengan segala keterbatasan yang ada pada kemampuan dan sumber daya pengurus, disadari bahwa tentu banyak kekurangan dan kelemahan yang timbul sehingga tentunya akan sulit memuaskan banyak pihak secara sempurna.

Pagi itu komunitas ini telah menggebrak Jakarta.
Pagi itu komunitas ini diterima di halaman istana, area yang memiliki nilai sejarah seperti diucapkan oleh Bapak Presiden. Area yang biasanya digunakan untuk resepsi kenegaraan, tempat diterimanya tamu2 kehormatan dan orang2 yang berprestasi di negeri ini dalam rangka mengharumkan nama bangsa.
Pagi itu rasa haru dan bangga memenuhi rongga dada para pekerja bersepeda negeri ini karena apa yang dilakukan didukung penuh oleh presiden negaranya.
Pagi itu tonggak sejarah baru komunitas B2W Indonesia telah terpancang.

Untuk diri,
Untuk bumi,
Untuk generasi penerus.

(Dikutip dari situs http://www.b2w-indonesia.org.id)

Mengikuti Jejak Kesuksesan B2W Jogjakarta

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 3:52 am
Tags: ,

Ribuan pelajar dan pegawai negeri sipil bersepeda bersama pada peluncuran program Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Senin (13/10/08)

Nyaris mustahil sebenarnya untuk mengisi jalan-jalan Kota Yogyakarta dengan sepeda seperti era 1980-an silam. Polusi begitu dahsyat dan mentari amat menyengat pada zaman ini. Namun, Senin (13/10/08) pagi, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap menggebrak dengan program Sego Segawe.

Sego Segawe singkatan dari Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe. Artinya, sepeda untuk bersekolah dan bekerja. Sego Segawe yang diluncurkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) X bersama Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta itu diproyeksikan menjadi gerakan pemicu. Bersepeda itu perlu dan asyik. Gerakan ini diikuti ribuan pelajar dan karyawan di DIY.

”Sepeda adalah kendaraan yang layak dihormati. Jalanan di Yogyakarta harus menjadi milik sepeda. Tetapi, saya, kami, butuh dukungan dari semua,” kata Herry di depan ribuan siswa SD-SMP dan pegawai Pemkot Yogyakarta. Herry berharap pelajar Yogyakarta kembali mencintai sepeda dan bersepeda demi kesehatan badan serta kelestarian alam. Bersepeda itu ”gaul”, bukan ndeso dan kuno.

Di lingkungan Pemkot Yogyakarta, imbauan bersepeda sudah kencang disuarakan sejak Mei. Setiap Jumat, PNS yang tempat tinggalnya berjarak kurang atau persis 5 kilometer dari kantor diimbau bersepeda.

Untuk pelajar, Pemkot Yogyakarta memberi asuransi bersepeda jika mereka mengalami kecelakaan di jalan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsury, aturan mainnya segera akan disatukan dengan peraturan wali kota. ”Sedang kami pikirkan pula, karyawan pun dapat asuransi. Tujuannya agar pengendara sepeda nyaman.”

Karena itu, sekolah, para guru, dan para pelajar bergabung dengan Sego Segawe, membentuk klub-klub sepeda.

Bagi sebagian siswa, bersepeda bukan hal baru. Irvan Faturahman, siswa SMPN 7 Yogyakarta, melahap jarak 3 kilometer untuk ke sekolah. Jadi, pergi-pulang ia menggenjot sepeda sejauh 6 kilometer. Nah, suhu udara yang sekarang kian panas itulah menjadi ujian beratnya bersepeda. Saat pagi, udara masih sejuk sehingga bersepeda cukup nyaman. Namun, saat jam pulang sekolah, matahari benar-benar ganas. ”Tambah jadi tak menyenangkan karena motor berseliweran kencang dan main klakson. Belum lagi asap bus yang pekat,” kata Irvan. Ia dan sepedanya pernah jatuh terserempet motor.

Firman Indra Andika, siswa kelas X (kelas 1) SMAN 1 Yogyakarta, selalu bersepeda ke sekolah meski punya sepeda motor. Jarak rumah ke sekolah hanya 3 km dan ditempuh selama 15 menit. Agar tidak terlambat masuk sekolah, ia selalu berangkat pukul 06.15. Sampai di sekolah, ia punya banyak waktu untuk mendinginkan badan dan mencuci muka biar segar. ”Saya sudah biasa,” ucapnya.

Kaum muda mengaku paham sisi positif bersepeda, tetapi alasan kepraktisan membuat banyak siswa menengah atas di Kota Yogyakarta lebih menjatuhkan pilihan ke sepeda motor. Yan Fernanda (16), siswa SMA misalnya, selalu mengendarai sepeda motor ke sekolah meski memiliki sepeda. ”Naik motor lebih cepat, tidak capek,” ujarnya.

Hendrie Adji Kusworo, Pelopor Komunitas Sepeda Hijau Universitas Gadjah Mada (UGM)—gerakan bersepeda di lingkungan Kampus UGM— mengatakan, bersepeda ke sekolah dan ke tempat kerja sudah saatnya dilakukan karena alasan polusi udara, pemanasan global, penghematan, dan demi kesehatan masyarakat.

Namun, gerakan bersepeda butuh dukungan penyediaan infrastruktur keselamatan dan kenyamanan, misalnya lajur khusus sepeda. Ini tersedia di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Jalur sepeda yang ada di Yogyakarta baru jalur yang menghubungkan lima kampus besar, yakni UGM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang kebetulan kampusnya saling berdekatan.

Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Darmaningtyas malah menilai kebijakan menggalakkan kembali bersepeda itu tidak jelas karena menekankan sosialisasi tanpa disertai penyediaan sarana yang menciptakan kenyamanan bersepeda. ”Mestinya, sediakan dulu sarananya, baru sepeda digenjot,” kata Darmo, panggilan akrabnya.

Namun, ia optimistis, program bersepeda kali ini punya peluang berhasil. Sebab, menurut survei ITDP, jumlah pengendara sepeda di Kota Yogyakarta sekitar 41.025 orang tahun 2006. Diperkirakan jumlah mereka tumbuh 15 persen per tahun.

Apa sebenarnya yang bisa kita raih jika Yogyakarta kembali menjadi kota sepeda seperti zaman baheula? Yang paling mendasar sebenarnya cuma mengembalikan spirit Kota Yogyakarta: jiwa sederhana, hemat, dan tekun saja….

(Dikutip dari Kompas : Lukas Adi Prasetya)

October 21, 2008

Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah

Filed under: Finansial — takealeak @ 6:50 am
Tags: , ,

Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan. Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :

1. Perbedaan Falsafah
Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Dengan demikian sebenarnya semua jenis transaksi perniagaan melalu bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga (riba). Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga atau compound interest dalam semua prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita di awal artikel ini. Sangat menguntungkan saya tapi berakibat fatal untuk banknya. Riba, sangat berpotensi untuk mengakibatkan keuntungan besar disuatu pihak namun kerugian besar dipihak lain, atau malah ke dua-duanya.

2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.

Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian, dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Hasil usaha semakin tingi maka semakin besar pula keuntungan yang dibagikan bank kepada dan nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecil otomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Jadi konsep bagi hasil hanya bisa berjalan jika dana nasabah di bank di investasikan terlebih dahulu kedalam usaha, barulah keuntungan usahanya dibagikan. Berbeda dengan simpanan nasabah di bank konvensional, tidak peduli apakah simpanan tersebut di salurkan ke dalam usaha atau tidak, bank tetap wajib membayar bunganya.

Dengan demikian sistem bagi hasil membuat besar kecilnya keuntungan yang diterima nasabah mengikuti besar kecilnya keuntungan bank syariah. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan banknya tidak dibagikan kepada nasabahnya. Tidak peduli berapapun jumlah keuntungan bank konvesional, nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja.

3. Kewajiban Mengelola Zakat
Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial (zakat. Infak, sedekah)

4. Struktur Organisasi
Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sangsi.

Bagaimana Kita Menyimpan Uang Di Bank Syariah

Sebelumnya kita sudah sangat mengenal tabungan, giro dan deposito dari bank konvensional. Pada ke tiga produk bank ini maka setiap bulanya bank berjanji akan membayar sejumlah bunga. Di bank syariah juga mempunyai produk simpanan berupa tabungan, giro dan deposito hanya sebagai nasabah kita tidak menerima pembayaran bunga. Di bank syarah ada 2 cara yang bisa dipilih orang untuk menyimpan uangnya,yaitu :

1. Titipan / Wadiah
Menitip adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya/ barangnya. Dengan demikian cara titipan melibatkan adanya orang yang menitipkan (nasabah), pihak yang dititipi (bank syariah), barang yang dititipkan (dana nasabah). Menitipkan sebenarnya bukan usaha perniagaan yang lazim, kecuali penerima titipan menetapkan keharusan membayar biaya penitipan atau administrasi bagi penitip. Maka Titipan bisa memenuhi syarat perniagaan yang lazim. Artinya bank harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap barang yang dititipkan karena sudah dibayar biaya administrasinya. Rekening giro di bank syariah dikelola dengan sistem titipan sehingga biasa dikenal dengan Giro Wadiah, karena pada dasarnya rekening giro adalah dana masyarakat di bank untuk tujuan pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Artinya giro hanyalah merupakan dana titipan nasabah, bukan dana yang diinvestasikan. Namun dana nasabah pada giro bisa dimanfaatkan oleh bank selama masih mengendap, tetapi kapanpun nasabah ingin menariknya bank wajib membayarnya. Sebagai imbalan dari titipan yang dimanfaatkan oleh bank syariah, nasabah dapat menerima imbal jasa berupa bonus. Namun bonus ini tidak diperjanjikan di depan melainkan tergantung dari kebijakan bank yang dikaitkan dengan pendapatn bank. Rekening tabungan harian yang memberlakukan ketentuan dapat ditarik setiap saat juga dikelola dengan cara titipan, karena sifatnya mirip dengan giro hanya berbeda mekanisme penarikannya.

2. Investasi / Mudharabah
adalah suatu bentuk perniagaan dimana pemilik modal (nasabah) menyetorkan modalnya kepada pengelola (bank) untuk diusahakan dengan keuntungan akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. Sedangkan kerugian, jika ada akan ditanggung oleh si pemilik modal. Dengan demikian cara investasi melibatkan pemilik modal (nasabah), pengelola modal (bank), modal (dana) harus jelas berapa jumlahnya, jangka waktu pengelolaan modal, jenis pekerjaan atau proyek yang di biayai, porsi bagi hasil keuntungan. Deposito di bank syariah dikelola dengan cara investasi atau mudarobah, sehingga biasa dikenal dengan Deposito Mudharabah. Bank Syariah tidak membayar bunga deposito kepada deposan tetapi membayar bagi hasil keuntungan yang ditetapkan dengan nisbah. Beberapa jenis tabungan berjangka juga dikelola dengan cara mudharobah misalnya tabungan pendidikan dan tabungan hari tua, tabungan haji, tabungan berjangka ini biasa dikenal istilah Tabungan Pendidikan Mudharabah, Tabungan Haji. Tabungan-tabungan tersebut tidak dapat ditarik oleh pemilik dana sebelum jatuh tempo sehingga memenuhi syarat untuk diinvestasikan

Bagaimana Nasabah Mendapat Keuntungan
Jika bank konvensional membayar bunga kepada nasabahnya, maka bank syariah membayar bagi hasil keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal, misalnya ditentukan porsi masing-masing pihak 60:40, yang berarti atas hasil usaha yang diperolah akan didisitribusikan sebesar 60% bagi nasabah dan 40% bagi bank. Angka nisbah ini dengan mudah Anda dapatkan informasinya dengan bertanya ke customer service atau datang langsung dan melihat papan display “ Perhitugan dan Distribusi Bagi Hasil” yang ada di cabang bank syariah.

Apakah Simpanan Nasabah di Bank Syariah Dijamin Pemerintah
Dalam hal jaminan pemerintak terhadap dana pihak ke tiga di bank, maka bank syariah mempunyai kedudukan yang sama sama dengan bank konvensional. Dana nasabah di bank syariah tetap dijamin pemerintah sesuai dengan ketentuan jaminan pemerintah bagi dana nasabah di bank.

Dikutip dari Perencana Keuangan (Mike Rini)

Download dan Convert Video YouTube

Filed under: Komputer — takealeak @ 4:56 am
Tags: , , ,

Berikut adalah cara download sekaligus convert video yang anda inginkan dari YouTube, tentu saja TANPA aplikasi tambahan, hanya dengan menggunakan fasilitas web situs lain.

1. Masuk ke situs YouTube dan pilih video yang diinginkan
2. Copy alamat URL video tersebut, misalkan http://www.youtube.com/watch?v=1RTl3HXK_NI
3. Masuk ke situs http://www.mediapirate.org dan paste url ke link di bawah kategori “convert a video directly from various portals”
4. Convert ke tipe file yang anda inginkan, misalkan AVI atau MOV lalu beri nama file tersebut
5. Klik download!

Selamat Mencoba!

September 24, 2008

Tahu Tidak?

Filed under: Public — takealeak @ 10:13 am

Tahu tidak kenapa Tuhan menciptakan ruang di antara sela-sela jari?

Karena Tuhan akan mengirimkan seseorang yang akan memenuhi ruang tersebut dan menggenggam tangan itu untuk selama-lamanya

Simulasi Perhitungan Bunga Tabungan dan Bunga Deposito

Filed under: Finansial — takealeak @ 3:59 am
Tags: , , ,

Apa sih artinya nilai bunga tabungan atau deposito yang terpampang di papan pengumuman bank dan apakah memang bunga bank sebesar yang selama ini kita bayangkan. Ayo coba kita hitung pakai rumus menghitung bunga tabungan dan bunga deposito di bawah ini:

Misal:
Bunga Tabungan Bank = 2%
Bunga Deposito Bank = 6%
Tabungan / Deposito awal = Rp 10.000.000,-

Catatan : Jika simpanan anda diatas Rp 7.500.000,- maka akan timbul pajak atas bunga sebesar 20% dari nilai bunga anda dan pajak sebesar 15% akan dikenakan apabila simpanan kita di bawah besaran itu. Nah, karena besaran deposito kita 10 juta, maka otomatis pajak 20% yang akan timbul.

Maka:
Perhitungan Bunga Tabungan (asumsi bunga tabungan selama satu bulan)
= [nilai tabungan x suku bunga x pajak 20% x lamanya mengendap] / 365 hari
= [10.000.000 x 2% x (100%-20%) x 30 hari] / 365 hari
= Rp. 13.150,-

Perhitungan Bunga Deposito (asumsi bunga deposito berjangka satu bulan)
= [nilai deposito x suku bunga x pajak 20% x jangka waktu bulan] / 12 bulan
= [10.000.000 x 6% x (100%-20%) x 1 bulan] / 12 bulan
= Rp. 40.000,-

Jadi jelas memang tidak menggiurkan seperti investasi, tapi setidaknya uang kita aman dan resikonya kecil bila disimpan di Bank.

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.