Take a Leak

October 22, 2008

RI-1 Goes Bike2Work

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 4:34 am
Tags: ,

Dalam rangka pencanangan Gerakan Penghematan Energi Nasional, merupakan kehormatan bagi Komunitas B2W Indonesia karena gerakannyalah yang pertama kali terlintas di pikiran seorang Presiden RI untuk menjadi gerakan yang sangat relevan dan patut disosialisasikan.

Untuk itu, Presiden RI, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beserta jajaran menteri Kabinet Bersatu secara khusus mengundang Komunitas B2W Indonesia untuk bersama-sama melakukan “Kampanye Bersepeda Untuk Beraktivitas”  pada hari Jumat, 20 Juni 2008.

Seperti dikutip dari website resmi Presiden SBY , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama beberapa menteri hari Jumat (20/6) pukul 06.30 pagi, berangkat menuju Monumen Nasional dengan menggunakan sepeda tandem. Dalam rombongan SBY tampak antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menpora Adhyaksa Dault, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Menneg LH Rachmat Witoelar, Mendag Mari Elka Pangestu, Seskab Sudi Silalahi dan Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng.

Jalanan masih terlihat lengang ketika Presiden beserta seluruh rombongan berangkat menuju Monas melalui kawasan Medan Merdeka Barat. Sesampainya di Silang Monas Barat Daya, SBY beserta rombongan kemudian bergabung dengan tim Bike2Work yang dipimpin oleh Ketua Umum Bike2Work Toto Sugito. Mereka kemudian langsung bersepeda bersama melalui rute Pintu Silang Monas Barat Daya – Area Monas – Pintu Silang Monas Tenggara – Jalan Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Utara, kemudian melalui Pintu Air Mancur Sekretariat Negara untuk masuk menuju kawasan halaman tengah Istana Kepresidenan.

“Yes, we are more healthy with Bike2Work,” ujar Presiden SBY sesampainya di kawasan Sekretariat Negara. Ketua Umum Bike2Work menyerahkan bingkisan foto Bike to Work berukuran 70 cm x 40 cm kepada Presiden SBY. Foto tersebut sangat unik, karena merupakan gambar stasiun pompa bensin yang tidak berisikan bensin, namun berisikan air. Air tersebut dimaksudkan agar dapat menjadi bahan bakar bagi para “bikers”.

Ketua Umum Bike2Work mengungkapkan bahwa seluruh anggotanya terdiri dari office boy hingga pemilik perusahaan, sangat bersyukur karena bisa bersepeda bersama dengan Presiden dan diterima di Istana. “Kami juga berharap Presiden SBY dan para menteri akan mendukung kegiatan kita ini sehingga cita-cita kami akan tercapai,” ujar Toto. Sebelumnya, dijelaskan oleh Toto bahwa seluruh anggota Bike2Work sangat concern pada lingkungan karena tingkat polusi yang semakin tinggi dan banyak sekali kemacetan di Jakarta. Oleh karena itu, muncul inisiatif dari para anggota untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Usai bersepeda bersama, Presiden SBY dan Ibu Negara menjamu seluruh anggota Bike2Work dengan sarapan pagi khas Istana yang menghadirkan berbagai panganan kaki lima seperti bubur ayam, tahu goreng, tempe goreng, aneka rebus-rebusan dan aneka buah-buahan(mit)

Semoga langkah ini dapat diikuti oleh rekan-rekan Komunitas B2W di wilayah-wilayah luar Jakarta bersama dengan pemerintah daerah masing-masing. Komunitas ini beraksi langsung tanpa banyak berucap. Bukan hanya berucap tanpa melakukan tindakan nyata. Planet tua kecil bernama bumi ini sedang sekarat dan tidak butuh wacana. Dengan “menyelamatkan” diri sendiri melalui usaha meningkatkan kesehatan sambil melakukan penghematan, anggota komunitas ini secara langsung berkontribusi nyata untuk menyelamatkan bumi.

Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia pada kesempatan ini juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat umum apabila pada hari Jumat pagi tersebut beberapa ruas jalan ibukota menjadi tersendat akibat lebih dari 1000 orang pekerja bersepeda melakukan konvoy bersepeda. Semoga apa yang dilakukan komunitas ini tidak menimbulkan pandangan negatif dari segenap warga ibukota yang terkena dampak kemacetan karena secara murni tujuan komunitas ini  adalah gerakan moral demi tercapainya diri yang sehat serta terciptanya udara bersih dan lingkungan yang lestari.

Kepada seluruh rekan2 pekerja bersepeda yang pagi tersebut menyertai RI-1 bersepeda bersama, tiada kalimat yang dapat menggambarkan rasa syukur, haru dan terima kasih pengurus komunitas atas kesertaannya. Semoga apa yang secara ikhlas kita lakukan bersama pagi itu menjadi tonggak sejarah bagi terwujudnya apa yang kita semua cita-citakan, yaitu terciptanya  fasilitas bagi pengguna sepeda, seperti juga didukung oleh orang no. 1 negeri ini. Pengurus Komunitas B2W Indonesia juga memohon maaf atas segala kekurangan yang ada pada pelaksanaan perhelatan ini. Dengan segala keterbatasan yang ada pada kemampuan dan sumber daya pengurus, disadari bahwa tentu banyak kekurangan dan kelemahan yang timbul sehingga tentunya akan sulit memuaskan banyak pihak secara sempurna.

Pagi itu komunitas ini telah menggebrak Jakarta.
Pagi itu komunitas ini diterima di halaman istana, area yang memiliki nilai sejarah seperti diucapkan oleh Bapak Presiden. Area yang biasanya digunakan untuk resepsi kenegaraan, tempat diterimanya tamu2 kehormatan dan orang2 yang berprestasi di negeri ini dalam rangka mengharumkan nama bangsa.
Pagi itu rasa haru dan bangga memenuhi rongga dada para pekerja bersepeda negeri ini karena apa yang dilakukan didukung penuh oleh presiden negaranya.
Pagi itu tonggak sejarah baru komunitas B2W Indonesia telah terpancang.

Untuk diri,
Untuk bumi,
Untuk generasi penerus.

(Dikutip dari situs http://www.b2w-indonesia.org.id)

Advertisements

Mengikuti Jejak Kesuksesan B2W Jogjakarta

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 3:52 am
Tags: ,

Ribuan pelajar dan pegawai negeri sipil bersepeda bersama pada peluncuran program Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Senin (13/10/08)

Nyaris mustahil sebenarnya untuk mengisi jalan-jalan Kota Yogyakarta dengan sepeda seperti era 1980-an silam. Polusi begitu dahsyat dan mentari amat menyengat pada zaman ini. Namun, Senin (13/10/08) pagi, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap menggebrak dengan program Sego Segawe.

Sego Segawe singkatan dari Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe. Artinya, sepeda untuk bersekolah dan bekerja. Sego Segawe yang diluncurkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) X bersama Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta itu diproyeksikan menjadi gerakan pemicu. Bersepeda itu perlu dan asyik. Gerakan ini diikuti ribuan pelajar dan karyawan di DIY.

”Sepeda adalah kendaraan yang layak dihormati. Jalanan di Yogyakarta harus menjadi milik sepeda. Tetapi, saya, kami, butuh dukungan dari semua,” kata Herry di depan ribuan siswa SD-SMP dan pegawai Pemkot Yogyakarta. Herry berharap pelajar Yogyakarta kembali mencintai sepeda dan bersepeda demi kesehatan badan serta kelestarian alam. Bersepeda itu ”gaul”, bukan ndeso dan kuno.

Di lingkungan Pemkot Yogyakarta, imbauan bersepeda sudah kencang disuarakan sejak Mei. Setiap Jumat, PNS yang tempat tinggalnya berjarak kurang atau persis 5 kilometer dari kantor diimbau bersepeda.

Untuk pelajar, Pemkot Yogyakarta memberi asuransi bersepeda jika mereka mengalami kecelakaan di jalan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsury, aturan mainnya segera akan disatukan dengan peraturan wali kota. ”Sedang kami pikirkan pula, karyawan pun dapat asuransi. Tujuannya agar pengendara sepeda nyaman.”

Karena itu, sekolah, para guru, dan para pelajar bergabung dengan Sego Segawe, membentuk klub-klub sepeda.

Bagi sebagian siswa, bersepeda bukan hal baru. Irvan Faturahman, siswa SMPN 7 Yogyakarta, melahap jarak 3 kilometer untuk ke sekolah. Jadi, pergi-pulang ia menggenjot sepeda sejauh 6 kilometer. Nah, suhu udara yang sekarang kian panas itulah menjadi ujian beratnya bersepeda. Saat pagi, udara masih sejuk sehingga bersepeda cukup nyaman. Namun, saat jam pulang sekolah, matahari benar-benar ganas. ”Tambah jadi tak menyenangkan karena motor berseliweran kencang dan main klakson. Belum lagi asap bus yang pekat,” kata Irvan. Ia dan sepedanya pernah jatuh terserempet motor.

Firman Indra Andika, siswa kelas X (kelas 1) SMAN 1 Yogyakarta, selalu bersepeda ke sekolah meski punya sepeda motor. Jarak rumah ke sekolah hanya 3 km dan ditempuh selama 15 menit. Agar tidak terlambat masuk sekolah, ia selalu berangkat pukul 06.15. Sampai di sekolah, ia punya banyak waktu untuk mendinginkan badan dan mencuci muka biar segar. ”Saya sudah biasa,” ucapnya.

Kaum muda mengaku paham sisi positif bersepeda, tetapi alasan kepraktisan membuat banyak siswa menengah atas di Kota Yogyakarta lebih menjatuhkan pilihan ke sepeda motor. Yan Fernanda (16), siswa SMA misalnya, selalu mengendarai sepeda motor ke sekolah meski memiliki sepeda. ”Naik motor lebih cepat, tidak capek,” ujarnya.

Hendrie Adji Kusworo, Pelopor Komunitas Sepeda Hijau Universitas Gadjah Mada (UGM)—gerakan bersepeda di lingkungan Kampus UGM— mengatakan, bersepeda ke sekolah dan ke tempat kerja sudah saatnya dilakukan karena alasan polusi udara, pemanasan global, penghematan, dan demi kesehatan masyarakat.

Namun, gerakan bersepeda butuh dukungan penyediaan infrastruktur keselamatan dan kenyamanan, misalnya lajur khusus sepeda. Ini tersedia di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Jalur sepeda yang ada di Yogyakarta baru jalur yang menghubungkan lima kampus besar, yakni UGM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang kebetulan kampusnya saling berdekatan.

Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Darmaningtyas malah menilai kebijakan menggalakkan kembali bersepeda itu tidak jelas karena menekankan sosialisasi tanpa disertai penyediaan sarana yang menciptakan kenyamanan bersepeda. ”Mestinya, sediakan dulu sarananya, baru sepeda digenjot,” kata Darmo, panggilan akrabnya.

Namun, ia optimistis, program bersepeda kali ini punya peluang berhasil. Sebab, menurut survei ITDP, jumlah pengendara sepeda di Kota Yogyakarta sekitar 41.025 orang tahun 2006. Diperkirakan jumlah mereka tumbuh 15 persen per tahun.

Apa sebenarnya yang bisa kita raih jika Yogyakarta kembali menjadi kota sepeda seperti zaman baheula? Yang paling mendasar sebenarnya cuma mengembalikan spirit Kota Yogyakarta: jiwa sederhana, hemat, dan tekun saja….

(Dikutip dari Kompas : Lukas Adi Prasetya)

Bike to Work Chapter Malang

Filed under: Bike to Work — takealeak @ 3:33 am
Tags: , ,
Let's Act Beyond Green

B2W Chapter Malang – Bike to Work Chapter Malang
———————————————————————————————
SEGO SEGAWE Malang – Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe

Bike to Work merupakan wadah komunitas terbuka nasional yang didukung oleh pemerintah untuk menampung aspirasi para pengguna sepeda sebagai alat transportasi dan beranggotakan kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Jogjakarta, Bali, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tulungagung, Kediri, Mojokerto dan terus berkembang. B2W bertujuan mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi untuk kegiatan sehari-hari entah untuk bekerja atau kuliah.

Bike to Work Chapter Malang berdiri tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB dan menampung aspirasi para penggemar sepeda dan juga klub-klub sepeda di wilayah Malang dan sekitarnya.

Syarat pendaftaran anggota B2W Malang:
– Anggota minimal berusia 17 tahun.
– Mempunyai sepeda dan jenis sepeda bebas, mulai sepeda Kebo, MTB, BMX, Lipat, Tandem, Mini, City bike dan lainnya.
– Menyerahkan fotokopi KTP/KTM dan mengisi formulir, gak pake lama, gak pake duit pendaftaran, gak pake duit iuran bulanan, bermodalkan dengkul saja.

Alamat Sekretariat : Kedai Buku Sinau Jl. Bogor 1C.
Tempat kopi darat : Depan lapangan rektorat Unibraw tiap minggu pagi jam 7.

Contact person :
Om Arif – 085649585708 – masarief.irawan@yahoo.com
Om Iwan – 08563573300 – irawan.sandra@yahoo.co.id

Website    www.b2w-indonesia.or.id
Milis         b2w-malang@yahoogroups.com

Salam gowes!

Blog at WordPress.com.